Tips Atasi Trauma pada Anak Usai Gempa

Makanan yang tepat untuk bayi usia 6 bulan.
July 7, 2018

Ingatan akan terjadinya bencana pada
anak-anak dapat bertahan lama. Bencana dapat berdampak bagi psikologis anak jangka panjang. Terjadinya bencana alam seperti
gempa Lombok pada Minggu (5/8/2018) malam seringkali meninggalkan trauma bagi korban, terutama bagi anak-anak.

Berikut beberapa tips untuk membantu mengurangi trauma pada anak-anak, mengutip berbagai sumber.

1. Yakinkan bahwa Anda mencintai mereka
Meyakinkan pada anak-anak bahwa Anda akan selalu ada untuk mereka dan bahwa semua akan baik-baik saja akan membantu mereka merasa lebih tenang. Komunikasi terbuka sangat penting. Jangan memarahi anak saat mereka menangis, mereka mungkin akan tertutup dan membuat pemulihan lebih sulit.

2. Biarkan dia mengekspresikan perasaannya
Biarkan anak-anak mengekspresikan perasaan mereka dengan cara apa pun. Seperti berbicara tentang perasaan dan ketakutan mereka, atau mereka dapat mengekspresikan diri mereka dengan cara lain, seperti melalui bermain, menggambar atau melukis. Hal ini dapat mengalihkan rasa cemasnya.

3. Perhatikan gejala stres
Beberapa anak mengalami reaksi lebih, seperti kesulitan tidur, perubahan nafsu makan, takut tidur sendiri, mimpi buruk, menangis terus-menerus bahkan sampai menarik diri dari orang lain. Anda perlu memantau gejala tersebut untuk mengetahui apakah mereka semakin memburuk atau membaik usai mengalami bencana alam.

4. Ajak anak bicara mengenai hal yang terjadi
Berdiam diri menunjukkan bahwa apa yang telah terjadi terlalu mengerikan untuk dibicarakan. Anak-anak melihat dan mendengar lebih dari yang disadari orang dewasa, sehingga anak-anak mungkin memahami lebih dari yang Anda harapkan. Mengajaknya berbicara akan membuat anak merasa lebih baik.

5. Beri jawaban sesuai usia
Anak-anak mungkin mengajukan pertanyaan yang sama atau menceritakan kisah yang sama berulang kali. Jawab pertanyaan anak dengan jujur, tetapi sesuaikan dengan usia mereka supaya anak tidak merasa ketakutan dengan kondisi yang sebenarnya.

6. Hindari menonton tayangan terjadinya bencana
Menonton terjadinya bencana di televisi dapat memperkuat trauma anak-anak. Apa yang ditampilkan di televisi dapat meningkatkan kecemasan dan ketakutan pada anak. Sehingga menghindarinya adalah cara terbaik.

7. Beri contoh yang baik
Ingat bahwa anak-anak memperhatikan Anda untuk melihat bagaimana Anda bereaksi dan menanggapi situasi tersebut. Ini adalah kesempatan untuk menjadi teladan bagaimana cara mengatasi dan bagaimana merencanakan masa depan.

Sumber: Liputan 6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *